Apakah kalian pernah mendengar nama Handry Satriago? Mungkin sebagian dari kalian belum familiar dengan sosok yang satu ini. Padahal, Handry Satriago adalah salah satu tokoh disabilitas Indonesia yang memiliki prestasi yang luar biasa. Dia adalah CEO General Electric Indonesia, sebuah perusahaan teknologi dan jasa raksasa yang didirikan oleh Thomas Alva Edison.
Profil
Handry Satriago lahir di Pekanbaru pada 13 Juni 1969. Dia mengalami keterbatasan fisik sejak usia 18 tahun, ketika dia didiagnosis menderita kanker getah bening di tulang belakangnya. Akibat penyakit tersebut, dia harus menggunakan kursi roda hingga sekarang. Namun, hal itu tidak membuatnya menyerah dan putus asa. Dia tetap berjuang untuk meraih cita-citanya dan membuktikan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk sukses.
Pendidikan
Handry Satriago memiliki latar belakang pendidikan yang sangat baik. Dia lulus sebagai Bioindustrial Engineer dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1993. Kemudian, dia melanjutkan studinya dan meraih gelar Master (Cum Laude) dari IPMI dan MBA dari Monash University pada tahun 1997. Selain itu, dia juga meraih gelar PhD di bidang Strategic Management dari Universitas Indonesia pada tahun 2010 dengan disertasi tentang followership. Dia juga pernah mengikuti beberapa pendidikan eksekutif, termasuk di Harvard Business School.
Karir
Handry Satriago memulai karirnya sebagai Business Development di General Electric International pada tahun 1997. Dia berhasil menunjukkan kinerja yang baik dan mendapatkan kepercayaan dari perusahaan. Pada tahun 2011, dia ditunjuk sebagai CEO General Electric Indonesia, menjadikannya CEO termuda di perusahaan tersebut. Sebagai CEO, dia bertanggung jawab untuk mengembangkan bisnis dan strategi perusahaan di Indonesia, yang meliputi bidang energi, kesehatan, transportasi, dan penerbangan.
Handry Satriago adalah sosok yang menginspirasi banyak orang, terutama orang-orang disabilitas. Dia menunjukkan bahwa dengan tekad, kerja keras, dan optimisme, tidak ada yang tidak mungkin. Dia juga aktif berbagi pengalaman dan motivasi kepada masyarakat, terutama generasi muda. Dia sering menjadi pembicara di berbagai acara, seminar, atau workshop yang berkaitan dengan bisnis, manajemen, kepemimpinan, atau disabilitas.
Motto Hidup
Handry Satriago memiliki motto hidup yang sangat sederhana, yaitu “Life is a choice”. Dia percaya bahwa setiap orang memiliki pilihan untuk menentukan nasibnya sendiri. Dia memilih untuk tidak menyerah dan terus berusaha untuk mencapai tujuannya. Dia juga memilih untuk tidak mengeluh dan bersyukur atas apa yang dia miliki. Dia juga memilih untuk tidak berhenti belajar dan berkembang. Dia juga memilih untuk tidak egois dan berkontribusi untuk negara dan masyarakat.
Tepat pada hari Sabtu (16/09/2023) Handry Satriago meninggal dunia. Ia meninggal karena sakit dalam usia 54 tahun. Namun namanya tetap kekal sebagai contoh nyata bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk sukses. Dia adalah bukti bahwa dengan minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki, seseorang bisa mencapai posisi yang tinggi di perusahaan dunia. Dia adalah teladan bahwa dengan sikap positif, seseorang bisa menghadapi segala tantangan dan kesulitan yang ada. Dia adalah inspirasi bahwa dengan semangat pantang menyerah, seseorang bisa mewujudkan impian dan cita-citanya.
Leave a Reply