Rapor Pendidikan Indonesia, Platform Data Pendidikan Terbaru dari Kemendikbud

Rapor Pendidikan Indonesia, Platform Data Pendidikan Terbaru dari Kemendikbud
0 Shares

Dengan semangat membangun sistem pendidikan Indonesia yang lebih baik, Kemendikbudristek menghadirkan Rapor Pendidikan Indonesia pada hari Senin (25/10/2023). Rapor Pendidikan ini merupakan terobosan baru yang mengintegrasikan data pendidikan dari berbagai sumber dan tingkatan.

Rapor Pendidikan adalah platform canggih yang menyatukan data pendidikan dari berbagai sumber dan tingkatan, khususnya data Asesmen Nasional, yang menjadi cerminan kondisi pendidikan Indonesia. Data ini sangat berguna untuk merefleksikan dan meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air.

Anindito Aditomo, Kepala BSKAP Kemendikbudristek, menjelaskan bahwa hasil Asesmen Nasional disajikan dalam Rapor Pendidikan bersama dengan hasil evaluasi lain. “Rapor Pendidikan memungkinkan data pendidikan tiap satuan pendidikan dan daerah dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan termasuk kepala sekolah, guru, dan pemda,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Kemendikbudristek.

Anindito mengatakan bahwa Rapor Pendidikan memberi peluang bagi pemda dan satuan pendidikan untuk merencanakan program berdasarkan data. “Dengan begitu, mereka dapat memperbaiki kualitas pendidikan dengan lebih akurat dan sesuai dengan kebutuhan murid,” katanya.

Rapor Pendidikan telah tersedia sejak Juli 2023 untuk pemda dan sejak Mei 2023 untuk satuan pendidikan.

Rapor Pendidikan untuk pemda menggunakan SPM Pendidikan sebagai tolak ukur kualitas pendidikan di suatu daerah dan sebagai bahan perencanaan berbasis data. Perencanaan berbasis data ini membantu pemda dalam menentukan kegiatan dan anggaran yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Rapor Pendidikan untuk satuan pendidikan memiliki berbagai fitur yang bermanfaat. Ada halaman ringkasan untuk memudahkan mengetahui prioritas pembenahan, halaman akar masalah, dan fitur ‘inspirasi benahi’ untuk merangsang perencanaan pembenahan. Ada juga poster yang menampilkan hasil capaian satuan pendidikan secara lebih singkat.

Anindito mengatakan bahwa Rapor Pendidikan mudah dipahami dan dapat disebarluaskan kepada warga sekolah (termasuk orang tua murid) untuk memicu diskusi terkait pembenahan. “Rapor Pendidikan Indonesia juga hadir sebagai wadah untuk melihat capaian pendidikan Indonesia secara nasional dan mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan negeri,” katanya.

Rapor Pendidikan Indonesia tahun ini menggunakan data dari Rapor Pendidikan 2022, yang dibandingkan dengan data tahun 2021. Data ini berasal dari berbagai sumber seperti Asesmen Nasional, Dapodik, sistem pendataan pendidikan Kementerian Agama, BPS, aplikasi untuk guru dan tenaga kependidikan (seperti Platform Merdeka Mengajar, Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah dan Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian yang Berkelanjutan), hingga Tracer Study khusus untuk SMK.

Anindito menjelaskan ada 11 indikator utama yang menjadi acuan dalam Rapor Pendidikan. Indikator-indikator tersebut meliputi kompetensi dasar literasi-numerasi dan tumbuh kembang karakter, kualitas pembelajaran, iklim keamanan, kebhinekaan dan inklusivitas, penyerapan lulusan SMK & kemitraan dan keselarasan dengan dunia kerja, persentase PAUD terakreditasi minimal B, serta Angka Partisipasi Sekolah.

Indikator-indikator tersebut memberikan gambaran lengkap mengenai kualitas pendidikan Indonesia. Rapor Pendidikan Indonesia dapat diakses melalui [situs ini] dan menekan tombol ‘Lihat Hasil Nasional’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *